Media adalah sesuatu yang mengantar/meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan. Media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi. Itu DULU sodaraa... Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya era globalisasi dan pasar bebas, media pun nggak kalah melejit dibanding perusahaan Cina. Saat ini, media juga merupakan sarana pengawasan rakyat terhadap dewan perwakilan mereka yang terhormat.
Dan Indonesia memiliki dua stasiun tv swasta yang memusatkan acaranya pada siaran warta berita, yaitu METRO TV dan TV ONE. Tapi sayang seribu sayang, stasiun tv yang diharapkan mampu membantu masyarakat memonitor kinerja perwakilannya, saat ini mulai dipertanyakan independensinya. Nggak percaya? Mau bukti?
PT Media Televisi Indonesia memperoleh izin penyiaran atas nama "MetroTV" pada tanggal 25 Oktober 1999. PT Media Televisi Indonesia merupakan anak perusahaan dari Media Group, suatu kelompok usaha media yang dipimpin oleh Surya Paloh. Siapa sih yang nggak kenal surya paloh? Pendiri ormas yg paling ekssiisss (seeksis jenggotnya yang membahana itu. Yang bisa bikin anak kecil lari sambil nangis nyari" emaknya). Tiap peresmiannya ditayangin full version. Ya iya lahh…tv tv sendiri. Suka’2 dongg mau nayangin apa. Apalagi waktu heboh-hebohnya muncul rekaman wawancara buka-bukaan Nazaruddin, yang notabene bendahara partai
TV One. Yang sebelumnya bernama LaTivi, secara resmi berganti nama menjadi tvOne pada tanggal 14 Februari 2008. Sebagaimana diketahui, stasiun tv ini dimiliki oleh Aburizal Bakrie. Itu lohh yang pernah jadi orang terkaya ke-4 di Indonesia. Yang masih bisa melenggang sanasini padahal udah menenggelamkan ratusan orang gara-gara kasus lumpur lapindo. Dan faktanya, jelaasss tv one benar-benar meminimalisir pemberitaan tentang lumpur lapindo. Masa’ iya, mau jelek2in big boss di depan umum sihh.kan g etis! Kalo’ mau jelek-jelekin big boss, bisik2 aja kaliii'. Di pantry kalo' perlu. Biar aman. Nggak Cuma lumpur lapindo, TV one jg melunak tentang pemberitaan PSSI dan Nurdin Halid (just for your information: Nurdin Halid pegang posisi penting di partai
Wait a minute! Kekuasaan mereka tidak terbatas pada dua stasiun itu saja. Surya Paloh juga merupakan pemilik dari surat kabar “MEDIA INDONESIA”. Great! Udah bukan media elektronik doank nih mainannya, media cetak juga dihajaarr… dan dari Koran bungkus nasi padang, saya mendapat info bahwa Hary Tanoesoedibyo masuk ke Partai Nasional Demokrat. Hary Tanoesoedibyo? Bos besar MNC group itu? Iyaa,, MNC group. Berarti di dalemnya ada TPI (yang sekarang ganti nama jadi MNC), Global TV, dan RCTI. Horreeee.... perang makin rameee....*pasang convetti*
Pak Bakrie! Jangan mau kalah ddoonngg.... “Tenang dik Indah, saya juga punya anteve sama Jak-tv. Uummm kira2 dua manuver itu cukup lah yaa buat nandingin koalisi channel tetangga.ditambah, anak saya juga punya saham di harian republika” (p.s. ini hanya dialog dalam imajinasi saya semata. Apabila ada kesamaan, itu hanyalah ketidaksengajaan tanpa direkayasa.)
Money and Political Power. Dua hal ini ternyata bisa punya kekuatan yang luar biasa dahsyat. Media massa tak luput dari kekuatan ini. Ketika keduanya baru menjadi pemilik media saja, KPI tampaknya tidak memiliki keberanian dengan memberikan teguran tertulis maupun pemanggilan. Padahal, KPI Pusat sudah mendapat banyak pengaduan mengenai netralitas pemberitaan di dua stasiun TV berita itu (Metro TV dan TV One).
Perlu kita ingat, bahwa hakikatnya MEDIA adalah alat perjuangan rakyat, bukan mesin kekayaan pemiliknya. Media adalah tempat latihan kepekaan yg baik, bukan tempat penghambaan pekerja kepada pemilik. Tokoh atau figur tertentu dpt dihitamkan, diputihkan atau dibiarkan abu-abu dari publik oleh media kapan saja diperlukan.
Akhirnya, kita semualah yang menentukan apakah perlu seseorang yang sudah memiliki uang dan kekuasan media yang begitu besar, masih akan kita beri kekuasaan politik. Ingat kekuasaan absolute akan cenderung korup. (M. Soedarsono).
Jadilah masyarakat yang cerdas!
Mencoba memandang permasalahan tidak hanya dari satu sisi.
Sehingga mampu berpikir secara lebih komprehensif dan tidak mudah terpengaruh oleh oposisi.
I love You Indonesia,
-Indah-




0 comments:
Post a Comment